Mengapa 'Uang' dan 'Kekuasaan'?
Awal dari tulisan ini dibuat keika
ada sebuah pertanyaan yang terus muncul dengan fenomena yang saya rasakan
selama ini. ‘Apa alasan orang-orang dengan mudah membalikkan,
menyembunyikan, menukar dan membuang kebenaran?. Jawabannya akan ada uang
kekuasaan atau nyawa/keselamatan. Tetapi untuk jawaban yang terakhir tidak
terlalu kuat, karena nyawa terkadang juga ada kaitannya dengan dua jawaban
pertama. Jadi lebih runcing lagi jawabannya hanya ada ‘uang’ dan ‘kekuasaan’.
Di zaman sekarang ini saya menilai
bahwa orang-orang tidak lagi memperdulikan terkait ‘benar-salah’ ataupun
‘baik-buruk’. Yang berlaku hanya ‘uang’ dan ‘kekuasaan’. Tidak semua orang
seperti itu, tetapi faktanya itulah yang sedang menjadi ‘tren’ sekarang
ini. Bahkan kalau berbicara tentang hukum kadang terdapat suara, ‘ada yang
bisa mengendalikan hukum dengan uang dan kekuasaan’.Wah,, bicara tentang
‘uang’ dan ‘kekuasaan’ lagi. Mengerikan bukan?.
Tentang ‘kekuasaan’ atau ‘kedudukan’
itu bukan hanya berbicara tentang jabatan yang sering diperebutkan, tetapi
lebih luas dari itu adalah sebuah posisi atau tempat. Sebuah posisi yang menemptakan
seseorang pada lantai yang lebih tinggi meskipun hanya selangkah. Dapat juga
dimaknai sebagai status. Misalnya anak-orang tua, muda-tua, junior-senior, kakak-adik,
perempuan-laki.laki, kcil-besar, sedikit-banyak, baru-lama, asli-pendatang.
Mengenai masalah ‘uang’ itu sudah
sangat jelas adanya. Karena uang merupakan sebuah materi yang bisa
mengendalikan materi lainnya. Meski yang memiliki uang dan kekuasaan itu adalah
orang tuanya atau anggota keluarga yang lain ataupun orang terdekatnya, teteapi
biasanya mereka akan memakai dan berlindung dibalik jubah tersebut untuk
memenangkan dunia ini. Seperti itulah kira-kira fenomena yang terjadi.
Terkadang ada yang mengatakan ‘tidak
semua bisa didapatkan dengan uang/kekuasaan’. Benar, tetapi bukanlah materi
yang konkret yang dapat mengalahkannya. Jujur, iman, kebahagiaan, kebenaran,
kesetiaan itu adalah materi yang abstrak. Karena hidup ini adalah sebuah
keadaan yang kasar, maka yang lebih terlihat adalah mereka yang kasar dan sudah
pasti keduanya akan lebih unggul.
Bukan berarti keduanya itu selalu
berkonotasi negatif. Jika seseorang memiliki materi abstrak seperti cinta,
iman, jujur dan sebagainya yang lebih kuat, maka dia akan dapat mengendalikan
keduanya. Tetapi fenomena bahwa keduanya akan selalu menjadi racun akan prinsip
tersebut masih akan menjadi hukum di zaman sekarang.
Maka kalau kamu tidak mempunyai
keduanya (uang/kekuasaan) jangan mencoba mengusik bahkan menantang keduannya
atau kamu akan tenggelam sendirian. Dan jika kamu tidak memiliki keduanya,
jangan berharap lebih untuk memenangkan dunia ini. Bisa tetapi sulit. Atau
paling tidak kamu punya jubah dari keduanya sebagai tempat berpijak dan
berlindung.
Komentar
Posting Komentar